Jumat, 15 April 2011

Kristen Ortodok Syiria Di Indonesia

Saat Maghrib telah tiba. Belasan orang di Hotel Sahid Surabaya itu bergegas shalat. Semuanya berkopiah dan dipimpin seorang imam. Jangan keliru, mereka bukan kaum Muslimin yang edang menunaikan kewajiban shalat Mahgrib. Mereka adalah jamaah Kanisah Ortodoks Syiria (KOS), sebuah sekte dalam agama Kristen.


Sumber: MEDIA CETAK edisi September 2003

Bisa jadi, orang awam akan terkecoh. Sebab, sekte ini memang sangat mirip Islam. Bukan saja asalnya serumpun, Timur Tengah, tapi juga ritual dan tatacara peribadatannya nyaris sama.

Tengoklah saat mereka shalat. Selain berkopiah dan dipimpin seorang imam, bila berjamaah, juga memakai bahasa Arab. Rukun shalatnya pun nyaris sama.

Ada ruku' dan sujud. Bedanya, bila kaum Muslimin diwajibkan shalat 5 kali sehari, penganut KOS lebih banyak lagi, tujuh kali sehari setiap tiga3 jam masing-masing dua rakaat. Mereka menyebutnya: sa'atul awwal (fajar/shubuh), sa'atuts tsalis (dhuha), sa'atus sadis (dhuhur), sa'atut tis'ah (ashar), sa'atul ghurub (maghrib), sa'atun naum (Isya'), dan sa'atul layl (tengah malam).

Hal yang sama juga pada praktik puasa. Puasa wajib bagi pemeluk Islam dilakukan selama sebulan dalam setahun, dikenal dengan shaumu ramadhan. Sedang pada KOS disebut shaumil kabir (puasa 40 hari berturut-turut) yang dilakukan sekitar bulan April. Jika dalam Islam ada puasa sunah Senin-Kamis, pada KOS dilakukan pada Rabo-Jum'at, dalam rangka mengenang kesengsaraan Kristus.

Selain shalat dan puasa, jamaah KOS juga mengenal ajaran zakat. Zakat, dalam ajaran KOS, adalah sepersepuluh dari pendapatan bruto.

Tidak sebatas itu saja. Kalangan perempuan pemeluk KOS, juga mengenakan jilbab plus pakaian panjang ke bawah hingga di bawah mata-kaki. Pemeluk KOS mempertahankan Kitab Injil berbahasa asli Arab-Ibrani: Aram, sebagai kitab sucinya. Model pengajian yang dilakukan pemeluk KOS juga tidak berbeda jauh dengan ala pesantren di Indonesia. Mereka melakukan dengan cara lesehan di atas tikar atau karpet. Ini tidak pernah didapati pada 'pengajian' pemeluk Kristiani di Indonesia yang lazim duduk di atas kursi atau balkon.

Bambang Noorsena [36], seorang Syekhul Injil (penginjil) KOS yang pertama kali memperkenalkan ajaran KOS di Indonesia, kepada Sahid mengatakan, di antara kedua agama [Islam dan KOS] memang mempunyai kesamaan sejarah, etnis serumpun, dan kultur (budaya). Adanya Pan-Arabisme di Timur Tengah, misalnya, ternyata bukan ansich milik kalangan Muslim. Pemeluk KOS pun, turut memiliki Pan-Arabisme itu. Salah satunya, kalangan KOS turut menyesalkan sikap Israel yang hingga sekarang ngotot menduduki jalur Ghaza milik penduduk Palestina.

Menurut Prof Dr Nurcholis Madjid, agama Nasrani itu makin klasik makin banyak kemiripannya dengan Islam. "Aliran KOS itu justru lebih murni ketimbang Kristen yang berkembang di Barat," ujar Ketua Yayasan Paramadina asal Jombang yang akrab dipanggil Cak Nur itu.

Sementara Jalaluddin Rahmat, tidak merasa kaget terhadap adanya banyak kesamaan antara Islam dengan KOS. Pada zaman dulu, kata cendekiawan dari Bandung ini, orang-orang Islam di Yordania, Syria, dan Lebanon hidup berdampingan dengan orang-orang Kristen, yang dikenal dengan Kristen Monorit. Mereka melakukan tatacara peribadatan hampir mirip dengan cara beribadah umat Islam.

Dengan banyaknya kemiripan itu, tak heran bila KOS lebih bisa diterima di kalangan Muslim di Indonesia. Setidaknya, setiap bulan KOS diberikan kesempatan tampil dalam 'Forum Dialog Teologis' yang diselenggarakan Yayasan Paramadina, Jakarta. "Kami sangat berterima kasih dan menaruh hormat kepada orang-orang Islam yang bersedia menerima kehadiran KOS dengan lapang hati dan terbuka," ujar Bambang.

Anehnya, di kalangan Kristen sendiri KOS malah kurang bisa diterima, bahkan dicurigai. Tengoklah pernyataan Direktur Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Protestan Departemen Agama RI, Jan Kawatu. Menurut Jan, aliran tersebut belum tercatat dalam komunitas Kristen di Indonesia.

Jan juga mengatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat edaran yang disampaikan kepada para notaris. Isinya, agar mereka tidak mengesahkan berdirinya sebuah yayasan atau lembaga Kristen sebelum mendapatkan izin resmi dari Direktur Bimas Kristen. "Izin itu diperlukan untuk mengetahui siapa mereka, apa tujuannya, dan macam apa alirannya," kata Jan Kawatu seperti dikutip Gatra [14/3/98]. Dan, masih menurut Jan, bahwa Bimas Kristen-Protestan sudah menutup pintu bagi aliran baru.

Tetapi, kalangan KOS sendiri agaknya tak mau ambil pusing dengan surat edaran Dirjen Bimas Kristen-Protestan itu. Mereka menilai, pelarangan itu lebih bersifat politis. "Karena di Indonesia telah ada terlebih dahulu Kristen Ortodoks Yunani. Hanya saja, selama bertahun-tahun tidak menunjukkan perkembangan berarti. Sedang KOS, kendati baru beberapa tahun, tapi cukup bisa diterima masyarakat dan terus berkembang," papar Henney Sumali (37), Ketua Yayasan KOS Surabaya.

Sementara Bambang menambahkan, saling curiga di antara sekte di Kristen itu merupakan penyakit lama. Kristen Timur &emdash;KOS termasuk di dalamnya&emdash; juga menaruh curiga kepada Kristen Barat (umumnya dianut Kristen di Indonesia). Menurut Bambang, Kristen Barat telah mengalami helenisasi (pembaratan), untuk kepentingan imperialisme. Terjadinya Perang Salib, misalnya, tetap dicurigai kalangan Kristen Timur hanya semata sebagai kedok Barat yang memakai agama untuk kepentingan imperialisme mereka.

Meskipun Dirjen Bimas Kristen telah menyebarkan surat larangan kepada para notaris, nyatanya KOS tetap bisa mengantongi akte pendirian. Yakni melalui notaris Gufron Hamal, SH, di Jakarta pada 17 September l997. Melalui yayasan inilah, Bambang yang kelahiran Ponorogo ini terus mensosialisasikan KOS ke khalayak ramai. Yang kerap mereka lakukan adalah lewat kajian-kajian, misalnya melalui 'Pusat Studi Agama dan Kebudayaan' (Pustaka) di Malang (1990-1992). Kini, kajian itu sudah merambah Jakarta dan Surabaya.

Tetapi soal pengikut, diakui Bambang, memang belum cukup banyak, baru sekitar 100 orang. Tapi kalau simpatisan, sudah mencapai ribuan. Untuk menjadi pengikut resmi KOS di Indonesia belum bisa dilakukan, karena KOS di Indonesia belum mempunyai imam dan gereja. Padahal untuk bisa menjadi pengikut resmi KOS harus melewati prosedur pembaptisan seorang Imam. Di Indonesia, kata Bambang, yang kini tinggal di Malang, baru bersifat 'studi atau kajian KOS'. Sebab itu, untuk sementara ini bagi jamaah KOS yang ingin menjadi pengikut resmi KOS harus melalui prosedur pembaptisan Abuna Abraham Oo Men di Singapura.


LAHIRNYA PAHAM ORTODOKS

Sejarah menyebutkan, paham ortodoks lahir dari perselisihan antara Gereja Alexandria, Gereja Roma, dan Kaisar Konstantin. Puncaknya, pada masa Kaisar Bizantium Marqilanus (450-458 M) seabad lebih sebelum Nabi Muhammad lahir di Mekkah (571). Kala itu, tepatnya pada tahun 451, diadakan Majma Khalkaduniyah (Konsili Kalkedonia) dalam hal ketuhanan. Buntut dari konsili ini menimbulkan perpecahan di antara gereja-gereja yang sulit disatukan kembali.

Nah, rupanya, sejak inilah umat Kristen terpecah menjadi dua. Di satu pihak berpusat di Roma dan Bizantium, dipimpin Bapa Laon (440-461). Kelompok ini mengakui, al-Masih mempunyai dua sifat: Tuhan dan manusia. Kelompok ini kemudian lebih dikenal dengan Kristen dan Katholik.

Di pihak lain, berpusat di Alexandria dan Antakia di bawah pimpinan Bapa Disqures (444-454 Masehi). Kelompok ini berpegang kuat pada sifat tunggal bagi al-Masih. Mereka tidak setuju dengan aliran Kristen yang mengakui sifat Tuhan sekaligus manusia. Kelompok inilah yang kemudian dikenal dengan kelompok ortodoks. Nama 'ortodoks' dipakai karena berarti: menganut ajaran agama yang dianggap benar, yang asli. Karena itu, penganut ortodoks mencoba untuk hidup secara lurus, sesuai dengan tuntutan awal dari kelahiran agamanya.

Penganut ortodoks sendiri terdiri atas beberapa toifah (komunitas berdasarkan kesamaan kultur, tradisi, bahasa, dan bangsa). Karenanya ada toifah Koptik, Syrian, Armenian, dan Habasah. Sedang 'aqidahnya' sama.

Kanisah Ortodoks Syria (KOS) mengklaim punya bukti sejarah, bahwa Injil yang pertama berbahasa Arab Syria. Menurut mereka, bahwa al-Masih &emdash;kalangan penganut KOS pantang menyebut Nabi Isa as dengan Yesus seperti lazimnya digunakan penganut Kristen Katholik/Protestan, tetapi lebih suka menyebutnya dengan al-Masih atau Sayyidina Isa al-Masih; berbicara dengan menggunakan bahasa Syria. Injil diterjemahkan ke dalam bahasa Arab pada tahun 643. Hingga sekarang, Injil yang digunakan penganut paham Ortodoks Syria, Irak, Lebanon, dan Mesir, adalah berbahasa Arab. Memang, antara bahasa Syria dan bahasa Arab terdapat kemiripan dan persamaannya.

Di Indonesia, KOS mulai diperkenalkan secara resmi oleh Bambang Noorsena. Berdasarkan akte notaris tertanggal 17 September 1997, Bambang mulai memperkenalkan KOS. Sebelumnya, selama 2 tahun (1995-1997), alumnus Fakultas Hukum Universitas Kristen Cipta Wacana Malang ini, keliling ke Timur Tengah, di antaranya Suriah, Damaskus, Mesir, Yordan, Libanon, Palestina, dan Israel untuk mempelajari pola-pola ajaran KOS. Karena di Indonesia belum mempunyai gereja, kerapkali pengajian-pengajian jamaah KOS ini dilakukan di hotel: di Jakarta, Surabaya, maupun Malang. Sebab itu pula keberadaan KOS di Indonesia masih berbentuk lembaga studi dengan nama 'Studia Syriaca Ortodoxia' berpusat di Malang, Jawa Timur.

Pemimpin tertinggi KOS adalah Patriakh, yang sekarang dipegang oleh Patriakh Mar Ignatius Zakka I Iwas di Suriah. Berdasarkan Konstitusi 1991, KOS terdiri atas 20 keuskupan yang tersebar di seluruh dunia. Di bawah uskup ada abuna (pemimpin). KOS di Indonesia belum sampai ke tingkat abuna, karena belum mempunyai gereja. Yang ada, kata Bambang, baru sebatas Syekhul Injil (penginjil). Itu sebabnya, untuk menjadi penganut KOS di Indonesia terlebih dulu dilakukan proses pembaptisan oleh Abuna Abraham Oo Men di Singapura


KOS di Mata Pengikutnya

Henney Sumali (37)

Alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya [1988] ini Ketua KOS Surabaya. pria dibesarkan dari lingkungan keluarga Kristen Protestan ini mengaku, tertarik dengan KOS baru setahun lalu [1998]. Berikut kisahnya:

Sejak kecil saya hidup dalam keluarga penganut Kristen-Protestan yang taat. Namun, saya masih ingin mengembarakan naluri beragama saya itu. Hanya satu yang saya tuju, mencari kepastian dalam menuju keselamatan hidup dunia-akhirat. Bertahun-tahun lamanya, tapi belum juga ditemukan kecocokan. Hingga kuliah, belum juga ketemu.

Pada suatu ketika dalam suatu pertemuan di Surabaya, tepatnya Mei 1998, saya bertemu dengan Mas Bambang Noorsena. Dari perbincangan dengan Mas Bambang itu, kemudian berlanjut dengan saya datang ke rumahnya, di kawasan Jalan Supriadi di Malang. Dari situlah terjadi dialog teologi. Mas Bambang banyak cerita tentang Kanisah Ortodoks Syria (KOS) dan pengalaman spiritualnya sebelum (Bambang sebelumnya penganut Kristen-Protestan) dan sesudah mempelajari KOS di Timur Tengah.

Dari situ, saya menjadi tertarik. Karena menurut saya, sekalipun Kristen-Protestan yang selama ini saya peluk merupakan rumpun agama samawi, namun belum saya temukan kepastian iman. Tapi, di KOS saya seakan menjadi terbuka dan menemukan ikhwal kepastian dalam menuju kehidupan dunia akhirat. Saya juga menemukan hakikat iman yang selama ini saya cari. Bahwa Isa al-Masih &emdash;yang menurut pemeluk Kristen-Protestan disebut Yesus adalah anak Tuhan&emdash; dihadirkan ke dunia, menurut KOS dipahami sebagai Nuzul Tuhan (penyampai firman Tuhan). Tuhan itu Esa. Tidak sama atau tidak bisa disamakan dengan makhluk. Karena kalau Tuhan sama dengan makhluk. Berarti bisa fana (binasa). Saya memahami Isa al-Masih itu, tidak berbeda halnya dengan Nabi Muhammad dalam Islam. Muhammad dihadirkan ke dunia sebagai penyampai firman Tuhan.

Saya tidak beragama Islam. Tapi, saya menemukan "islam" dalam KOS. Bahwa, apa yang saya yakini dan lakukan sehari-hari sebetulnya sudah inheren dengan "islam" (KOS memakai nama islam dengan huruf "i" kecil, sebab kalau "I" besar itu identik dengan "Dienul Islam" yang dibawa Nabi Muhammad saw). Karena hakikat "islam," dalam KOS, artinya: berserah diri pada Allah. Jadi, apa yang saya jalani ini tidak lepas dari tuntutan.





CARA SHALAT ORTODOKS SYRIA

1. Adapun tata cara salatnya dimulai dengan posisi berdiri yang dipimpin oleh seorang imam berpakaian jubah warna hitam. Imam meletakkan kedua tangan di dada, membuat tanda salib, lalu mengucapkan lafaz dalam bahasa Arab: Bismil Abi wal Ibni wa Ruhil Quddus Ilahu Wahid (Demi nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Allah Yang Maha Esa). Jamaah menyambutnya: Amin.

2. Imam melanjutkan berdoa dengan mengangkat kedua tangan dan disahuti oleh jamaah.

3. Setelah membuat tanda salib berikutnya, imam membungkukkan badan seperti posisi ruku, dan mengucapkan: Quddusun Anta, ya Allah (Kuduslah Engkau, ya Allah). Jamaah menyahut dengan menyucikan nama Allah Yang Mahakuasa, Yang Tak Berkematian. Jamaah memohon kasih sayang Allah yang telah disalibkan sebagai ganti umat manusia.

4. Imam berdiri tegak dan menadahkan tangan lagi.

5. Lalu imam bersujud, dan diikuti seluruh jamaah. Ketika bangun dari sujud, imam membaca Subhanaka Allahumma (Mahasuci Engkau, ya Allah), jamaah menyahut bersamaan. Sambil menadahkan tangan, imam dan jamaah membaca Doa Rabbaniyah (Doa Bapa Kami versi bahasa Arab).

6. Selanjutnya dibaca Salam Walidatullah (atawa Salam Maria).

7. Imam kemudian membaca petikan Zabur (alias Mazmur dalam bahasa Aramaik), dan salat pun berakhir.

29 komentar:

  1. Terkutuk kau, para penyimpang aGAMA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belajarlah sebelum kau memvonis suatu kaum, janganlah keterbatasan pengetahuanmu menyebabkan kau berbuat dzalim tanpa kebenaran, sesungguhnya kewajiban shalat dalam Islam adalah kelanjutan kewajiban yang sama terhadap umat terdahulu.

      Hapus
  2. berbuatlah sesuka hati kalian orang2 kafir Kristen, ISLAM sudah dijaga oleh ALLAH..kalian tidak akan pernah mampu berbuat apa2..
    ingatlah bahwa kalian sudah dinobatkan menjadi pewaris tunggal Jahannam..nantilah saat itu pasti kan tiba..!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang dijaga ALLAH adalah orang yg penuh kasih dan kita tdk bisa menghakimi pewaris tunggal jahannam, karena yg menjadi hakim tunggal akhir zaman adalah Isa Almasih AS

      Hapus
    2. Sesungguhnya hakim yang seadil-adilnya adalah ALLAH SWT. Dia lah yang maha ESA, tidak beranak dan tidak di peranakan. tak ada satu mahlukpun yang mampu menandingi keadilannya. HANYA ORANG-ORANG BODOH yang mengatakan bahwa hakim tunggal akhir zaman adalah seorang mahluk seperti isa almasih yang mana isa almasih adalah seorang mahluk yang terikat ruang dan waktu.

      Hapus
    3. Bisa-bisa kamu tahu bahwa orang Kristen adalah Pewaris Jahanam. Jika kamu lihat perbuatan Bunda Theresa, itu pewaris Jahanam, dan kersukan FPI itu kamu sebut ahli Waris Surga?. Saya Muslim tapi saya sama sekali tidak suka Komentar anda

      Hapus
  3. terima kasih sudah mampir di Blog sederhana ini.

    saya minta maaf.. tidak bisa lagi dan sangat jarang sekali On Line.

    BalasHapus
  4. keneraka la kalian wahai kaum2 kafir bodoh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bersikap tenang dan bersabarlah saudara, tahukah anda siapa Yesus (Nabi Isa Al Masih) dan apa yang diajarkan beliau kepada umatnya? Sesungguhnya inti dari ajaran Nabi Isa AS dan Nabi Muhammad SAW adalah sama, hanya tentu saja yang terakhir lebih lengkap. Kalau anda melihat pengikut Nabi Isa melaksanakan shalat, membayar zakat dan berpuasa apakah itu salah? Di mana letak kesalahan mereka? Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membutakan mata dan hatimu kawan, jangan sama ratakan semua Nasrani karena di kalangan mereka terdapat golongan yang teguh mempertahankah akidah, biasa disebut Kristen Orthodoks Timur.

      Hapus
  5. shalom alekem..
    mohon maaf,,mau tanya tentang tempat ibadahnya di mana ya??
    saya seorang kristen protestan yang ingin mendalami KOS...
    Trima Kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. ngapain belajar KOS yang ga jelas dan jelas2 sesat mas.., mendingan belajar & terima hanya ISLAM aja..., udah sempurna, memuaskan akal, memberi ketenangan jiwa, bonus syafa'at dari Rasulullah SAW. lagi..., grandprize-nya dapet Ridhanya Allah SWT. Islam kurang apa coba..?

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. Maaf saudara Febryan, tidak ada paksaan dalam beragama, kita hanya boleh menyampaikan kebenaran tapi tidak dengan cara memaksa kerana hidayah hanya milik Allah semata.

      Hapus
  6. Bukankah telah di terangkan sejelas-jelasnya oleh Allah SWT di dalam al quran surah ar-rum???? Inilah umat Rum itu... Wahai umat muslim perbanyak lah mengaji dan mengkaji... Dan jgn lah kalian saling mengkafirkan... Tiada hak bagimu kecuali engkau bagian dari mereka(kafir)

    BalasHapus
  7. Opo to iki... kok ribut ae...

    BalasHapus
  8. nah ini ajaran kristen yg betul.

    BalasHapus
  9. Tuhan menciptakan kita bersuku berbangsa dan agama untuk saling mengenal dan orang yg paling mulia disisi Tuhan adlah org yg toleran dan disiplin dan berbuat adil(bertaqwa)

    BalasHapus
  10. anjing bangsat . ajaran tolol.babi anjing binatang . calon penghuni neraka

    BalasHapus
  11. Astagfirullah...dosa besar menyamakan tuhan selain Allah SWT, bertobatlah mas/mba sebelum azab datang

    BalasHapus
  12. KOS mungkin adalah agama yg di turunkan Allah melalui nabi ISA As. Tapi Kenapa Allah menurunkan Al-Quran melalui nabi Muhammad, karena Injil sudah tdk terjaga kemurniannya. Al Quran adl kitab suci agama Islam, kenapa kita tidak lebih mendalami agama yang sudah disempurnakan oleh Allah SWT. Apalagi KOS memiliki paham yg sama Tuhan itu Esa, bukannlah nabi Isa As yg manusia juga. Sy tdk mau bilang KOS itu sesat atau apalah.. tapi kalau KOS mengklaim agama kristen yg msh murni, kenapa tidak kalian coba cari tahu Islam itu apa. Islam adalah agama terakhir dan kitab suci nya adl Al-Quran (kitab suci yg sdh disempurnakan dr kitab2 sebelumnya).
    Ibarat gadget..kita pasti membeli yg sdh paling canggih..yg sdh di sempurnakan dr teknologi2 sblmnya. Itulah ISLAM...

    BalasHapus
  13. Semua agama d mata penganutx it bnar hnya org" yg ad dlm agma it yg mnyalahkn . Cntohx islam kta islam tp mngpa tdk mnjlankn ap yg tlah d printahkn Allah , dn mnjauhi sgla lranganx , semua agma.d cptakn hnya untuk bepham 1 . Cba lah gli ap makna dr lafad( الله) d patah ا ل ل ه cba klian agan" lbih dlm tntang hakekat lafad i , semua mnusia it d cptakn hnya untuk 1 berbakti kpd Allah SWT , nbi isa as , hnya pnyampai . Mnfpa klian smbah . Ap tdk lbih baik klian mnyembah kpda pmbuat isa , sperti halya klian mnyukai baju yg sngt bgus . Tp mngpa kmu tdk mngagumi pmbuatx . It lah slahx kliqn , hnya mngagumi yg nyata , sdangkn Allah tdk wujud klian kesampikan . Masyaallah ..... Jka seandainya Allah brwujud klian pilih mna nabi isa ap Allah azawajalla , sng kholik , pencipta d atas sgla yg mnciptakan .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Assalamu'alaikum maaf pak irawan edy MK.. mau koreksi, salah satu dari 20 sifat wajib bagi Allah itu Wujud. jadi saya pikir anda salah kalau anda menganggap Allah tidak berwujud. Subhanallah..

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    4. Assalamu'alaikum maaf pak irawan edy MK.. mau koreksi ,salah satu dari 20 sifat wajib bagi Allah itu Wujud. jadi saya pikir anda salah kalau anda menganggap Allah tidak berwujud. Subhanallah..

      Hapus
  14. apa sih maunya umat kristus, klo dulunya dia mati di kursi listrik bukan disalib oleh yahudi, mungkinkah simbol salib diganti dengan kursi listrik, dari mana ajaran ini yesus digambarkan sebagai org barat yang berambut gondrong yg sedang disalib apakah jaman kristus lg disalib ada juru foto sehingga gambar kristus bisa jdi kyak org brat berambut gondrong kan aneh. belum lagi masalah KOS mengapa mereka melakukan semua ini 1. mencari domba tersesat yang akan di kristenisasi, 2. memfitnah muslim 3. menyebarkan agama sesat dri kristus.

    BalasHapus
  15. Assalamualaikum...agamaku..agamaku..! & agamamu...agamamu..! Itu ketetapan vertikal. Horisontalnya damai sesama manusia itu indaaaahhh..walaupun berbeda.

    BalasHapus
  16. Assalamualaikum...agamaku..agamaku..! & agamamu...agamamu..! Itu ketetapan vertikal. Horisontalnya damai sesama manusia itu indaaaahhh..walaupun berbeda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahai kaum yang berfikir dengan akal sehat,cobalah dengar ini,,nabi muhammad saw pernah bersabda bahwasannya,,kaum yahudi berpecah menjadi 71golongan,70 masuk neraka,1golongan masuk surga.
      Kaum nasrani berpecah menjadi 72 golongan,71 masuk neraka,dan 1 golongan masuk surga.
      Kaum islam berpecah menjadi 73 golongan,72 golongan masuk neraka,dan 1 golongan masuk surga,lalu sahabat bertanya,siapakah yang 1 itu wahai rasul??
      Mereka adalah yang mengikuti jalanku(nabi muhammad saw) dan jalan para sahabatku.



      Nabi muhammad Allah utus sebagaj nabi terakhir,alias nabi penutup dan ajaran agama yang dibawa oleh nabi muhammad saw adalah ajaran yang lengkap tanpa cacat,tanpa kurang suatupun,,dan ajaran ini menjadi pembaharuan bagi semua umat manusia,,dan para nabi sejak dlu selalu berdakwah utk menuhankan Allah semata,tidak boleh Allah disamakan dengan makhluknya,baik itu manusia,dll.

      Nabi isa as pun demikian,yg beliau ajarkan selama beliau hidup adalah agar umatnya hanya menyembah Allah semata,,dan tidak menyekutukan Allah dengan makhluknya,apa lagi menyekutukan Allah dengan dirinya yang hanya manusia biasa..

      Wahai kaum nasrani,nabi isa as belum sungguh2 mati,dia tidak pernah disalib,yg mati disalib adalah lelaki munafik yang ingin nabi isa mati dengan mengenaskan ditangan pemimpin dimasa itu,namun Allah berkehendak lain,Allah kaburkan penglihatan para tentara yang datang ingin menangkap nabi isa as,dan Allah buat wajah lelaki munafik td seolah2 mirip nabi isa as,jadilah lelaki munafik td yang ditangkap dan disalib,jadi selama ini yang kalian sembah bukanlah nabi isa as,melainkan lelaki munafik yang ingin nabi isa mati dengan kejam. Dialah lelaki yang melapor keberadaan nabi isa pada pemimpin yang ingin menangkap nabi isa as.

      Nabi isa blum mati,Allah menyelamatkan nabi isa,di sebuah tempat yang sangat aman untuknya,nabi isa akan kembali datang ke dunia ini di akhir zaman nanti,ia akan memberantas kaum yang selama ini menyembahnya,dan menganggapnya sebagai Tuhan,,mereka mengira bahwa nabi isa as akan menyelmatkan mereka,namun mereka keliru,nabi isa tidak sudih menyelamatkan kaum yang selama ini telah berbuat syirik,yaitu menuhankan beliau,padahal sudah jelas beliau mengajarkan untuk menyembah Allah semata.

      Dan sebagai penutup nabi isa as dan para pejuang muslim yang teguh pada agamanya yang akan berperang melawan dajjal laknatullah alaik,,nabi isa akan membunuh dajjal,dan itulah pintu dimana dunia ini akan berakhir,dan kita semua akan di sidang oleh yang Maha besar,Maha Agung yaitu Allah swt yang Maha Pencipta segala sesuatu..kita akan di sidang wahai hadirin,,maka sudah siapkah kita menghadapi persidangan tersebut,baik muslim maupun non muslim akan di sidang,hanya bedanya,telah tertulis jelas bahwa non muslim,atau kafir,persidangannya lebih cepat,karena telah tetap tempat kembali mereka yaitu neraka jahannam.
      Sedangkan muslim akan menghadapi persidangsn yang cukup panjang dan melelahkan,namun pada akhirnya jiks sang muslim tsb tidak pernah berbuat syirik pada Allah semasa dia hidup,maks dia akan mendapat trmpat kembali surga..wallahu a'lam

      Hapus